PERBEDAAN EFEKTIVITAS POSISI SEMI FOWLER DAN HIGH FOWLER TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN ASMA YANG DIBERIKAN NEBULIZER DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG

Main Article Content

Tjokorda Istri Eka Anggayanthi Putu Wira Kusuma Putra Ida Ayu Agung laksmi

Abstract

Pasien asma yang mendapat  terapi nebulizer perlu diperhatikan  yaitu penurunan  difusi  oksigen  dalam  darah  dapat  dilihat  secara sederhana  melalui penurunan saturasi oksigen yang dipantau dengan oksimetri nadi. Upaya mencegah penurunan saturasi oksigen tindakan mandiri perawat yaitu dapat dilakukan dengan cara mengatur posisi seperti semi fowler dan high fowler. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas posisi semi fowler dan high fowler terhadap saturasi oksigen pada pasien asma yang diberikan nebulizer. Metode penelitian yang digunakan Quasy Experiment dengan rancangan pre-post test with control group design. Penelitian ini melibatkan 28 responden yaitu 14 orang posisi semi fowler dan 14 orang posisi high fowler yang dipilih dengan teknik sampel purposive sampling. Saturasi oksigen pasien diukur dengan menggunakan pulse oxsimetry sebelum dan setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan  saturasi oksigen pada pasien asma yang diberikan nebulizer sebelum dan setelah diberikan posisi semi fowler dengan  p value  <  0,05, ada perbedaan yang signifikan  saturasi oksigen pada pasien asma yang diberikan nebulizer sebelum dan setelah diberikan posisi high fowler dengan  p value  <  0,05 dan ada perbedaan efektivitas posisi semi fowler dan high fowler terhadap saturasi oksigen pada pasien asma yang diberikan nebulizer dengan  p value  <  0,05. Penelitian ini disimpulkan  bahwa posisi high fowler lebih efektif meningkatkan saturasi oksigen pada pasien asma yang diberikan nebulizer dibandingkan posisi semi fowler. Implikasi dalam penelitian ini dapat dijadikan praktik berdasarkan bukti – bukti ilmiah (evidence based practice) untuk tindakan mandiri keperawatan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pilihan posisi bagi perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien asma.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Anggayanthi, T., Putra, P., & laksmi, I. A. (2019). PERBEDAAN EFEKTIVITAS POSISI SEMI FOWLER DAN HIGH FOWLER TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN ASMA YANG DIBERIKAN NEBULIZER DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KLUNGKUNG. Jurnal Kesehatan Al-Irsyad, 12(2), 119-124. Retrieved from http://jka.stikesalirsyadclp.ac.id/index.php/jka/article/view/138
Section
Vol. XII, No. 2, September 2019

References

Aziz, A. (2014). Panduan Pelayanan Medik Perhimpunan Dokter Spesialis Dalam Indonesia. Jakarta: FKUI.
Barbara. (2009). Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep Proses dan Praktik Edisi VII Volume 1. Jakarta: EGC.
Dahlan. (2013). Masalah Asma di Indonesia dan Penanggulangannya. Bandung: Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran.
Dahlan, S. (2013). Statistik Untuk Ilmu Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
Dahlan, S. (2014). Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan . Epidemiologi.
Depkes, RI. (2017). Profil Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI..
Guyton, A., & Hall, J. (2012). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11 . Jakarta: EGC.
Hidayat, A. (2014). Metode Penelitian Keperawatan dan Tehnik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
Hudak, & Gallo. (2012). Keperawatan Kritis Edisi 6. Jakarta: EGC.
Kane, B., Samantha, Decalmer, & O'Driscoll. (2013). Emergency Oxygen Therapy. Journal Breathe, 9 (4).
Kozier, B., & Erb, G. (2012). Fundamental of Nursing Concepts : Process & Practice. Jakarta: EGC.
Majampoh, A. B., & Onibala, R. R. (2015). Pengaruh Pemberian Posisi Semi Powler terhadap Kestabilan Pola Nafas pada Pasien TB Paru di Irina C5 Rsup Prof Dr. RD Kandou Manado. Journal Keperawatan , 3 (1) .
Meilirianta. (2016). Posisi Semi-Fowler Dan Posisi High Fowler Terhadap Perubahan Saturasi Oksigen Pada Pasien Asma Bronkial Di Ruang Rawat Inap D3 dan E3 Rumah Sakit Umum Daerah Cibabat Cimahi. Journal Ners Indonesia, 4.
Muttaqin. (2014). Buku Ajar Asuhan Keperawatan Dengan Gangguan Sistem Pernafasan. Jakarta: Salemba Medika.
Notoatmojo. (2014). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. (2016). Konsep dan Penerapan Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan Edisi 2. Jakarta: Salemba Medika.
Padila. (2012). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta: Nur Medika.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI). (2016). Pedoman dan Diagnosa Penatalaksanaan Asma di Indonesia. Jakarta: FKUI.
Perry, & Gifrin. (2015). Buku Saku Keterampilan & Prosedur Dasar. Jakarta: EGC.
Perry, & Potter. (2012). Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Jakarta: EGC.
Price, & Wilson. (2014). Patofisiologi Konsep Klinis Proses Penyakit. Jakarta: EGC.
Rengganis,I. (2014). Diagnosis dan TataLaksana Asma Bronkial. Majalah Kedokteran Indonesia, 58 (11).
Ringel, E. (2012). Buku Saku Hitam Kedokteran Paru. Jakarta: INDEKS.
Ritianingsih. (2012). Pengaruh Posisi Duduk High Fowler Dan Orthopenic Terhadap Fungsi Ventilasi Paru Pada Asuhan Keperawatan Pasien PPOK di RS Paru DR.M. Goenawan Partowidigdo Bogor. Journal Media Keperawatan, 6(14).
RSUD Klungkung. (2018). Data Pasien Rawat Inap dan Rawat Jalan. Rekam Medis.
Sajidin. (2015). Gambaran Saturasi Oksigen Pada Penderita Asma di RSUD Prof. Dr. Soekandar Mojosari Mojokerto..
Smeltzer, & Bare. (2012). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Volume 1. Jakarta: EGC.
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Bandung: CV Alfabeta.
Supadi, Nurachmah, & Mamnuah. (2014). Hubungan Analisa Posisi Tidur Semi Fowler dengan Kualitas Tidur pada Klien Gagal Jantung di RSU Banyumas Jawa Tengah. Journal Kebidanan dan Keperawatan, 4(2).